Objek Wisata Banten Lama
Setelah memendam keinginan yang begitu lama, alhamdulillah siang itu akhirnya saya berkesempatan untuk berkunjung ke objek wisata Banten Lama yang berlokasi kurang lebih 10 km dari pusat kota Serang di Kecamatan Kasemen. Objek Wisata Banten Lama ini merupakan salah satu objek wisata kerajaan banten tempo dulu yang bernuansa islami dimana selain berkunjung untuk berwisata kita juga bisa berziarah ke makam-makam para sultan Banten beserta keluarganya.
Memasuki gerbang selamat datang, hamparan sawah yang hijau seperti menyambut kedatangan kami, jalan yang menurut saya sempit (hanya 2 lajur) menuntut untuk selalu ektra hati-hati jika berpapasan dengan kendaraan lain. Sebelum masuk ke area objek Wisata Banten Lama, saya mencatat ada 1 pungutan resmi sebesar Rp. 5,000.- dan 2 kali pungutan tidak resmi sebesar Rp. 5,000.- dengan dalih untuk parkir, dan beberapa pungutan2 petugas parkir (pak Ogah) dipersimpangan jalan.
Keluar area parkir mata saya langsung tertuju kepada sebuah menara yang memiliki ketinggian kurang lebih 24 meter berdiameter bagian bawah kurang lebih 10 meter. Terletak di sebelah timur masjid, menara ini terbuat dari batu bata yang memiliki 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Sayang sekali, ketika itu pintu menara tersebut dikunci jadi sebuah kesempatan untuk melihat pemandangan daerah sekitar masjid terlewatkan dengan sia-sia.
Adzan dzuhurpun berkumandang, sontak para pengujung & penziarah segera bergegas untuk melakukan sholat didalam masjid. Moment tersebut sedikit saya abadikan setelah usai melakukan sholat, subhanalloh…suasana sejuk yang mendamaikan hati sangat terasa didalam masjid ini.
Keluar dari Area Masjid, ada sebuah pemandangan yang menurut saya sangat mengganggu, yaitu padatnya para pedagang yang mendirikan lapak nya diseputar gerbang masuk masjid, pemandangan inilah yang menurut saya membuat kumuh Objek Wisata Masjid Agung. Andai saja pemerintah Banten memperhatikan kondisi ini.
Masih penasaran tentang kebudayaan banten, saya mencoba untuk berkunjung ke sebuah museum yang terletak tidak jauh dari Masjid Agung Banten, yaitu Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, harga tiket masuknya pun terbilang sangat murah, cukup mengeluarkan kocek Rp. 1,000.- kita sudah bisa menikmati sisa2 kebudayaan Banten Lama yang masih disimpan didalam museum ini.
Diluar area museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, saya tertarik dengan sebuah meriam yang pertama kali dimiliki oleh kesultanan Banten, meriam tersebut dikenal dengan nama Meriam Ki Amuk. Meriam Ki Amuk memiliki berat 7 Ton dan memiliki panjang 3.4 m. Berdasarkan papan informasi yang diberikan, pada bagian badan dari meriam Ki Amuk terdapat tiga buah tulisan arab, dua diantaranya terbaca : “Aqibatul Choiri Salamatul Imani” yang merupakan candra sengkala yang menunjuk angka tahun saka 1450 (1528-1529M), tulisan arab yang lain terbaca “La Fata Ila Ali La Ali Ila Dzulkifar” (tiada kemenangan tanpa Ali tiada Ali tanpa pedang Dzulfikar”) .
Menikmati sisa-sida kebudayaan ternyata sungguh menyenangkan, apalagi jika kita bisa mewariskannya kelak kepada anak dan cucu kita, pasti akan lebih bermanfaat lagi. Namun terkadang kondisi dilapangan justru berbeda, beberapa pihak justru merusaknya hanya untuk kepentingan pribadi semata.
Gambar peta banten nyomod dari : http://www.tourism-mpu.com
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :











Seru tuh . .
Kapan aQ bisa kesana ya . . . ??
[Reply]
kalau kesana lagi, kinan diajakin ya mas
salam kenal ^_^
[Reply]
aming Reply:
July 19th, 2010 at 11:16 am
boleh….tinggal janjian aja yah…
[Reply]
bagus sekali ya..kira2 jauh ga sob dari kotanya tuh? :nerd
[Reply]
aming Reply:
July 19th, 2010 at 11:14 am
kalau ente keluar dr serang barat ngga begitu jauh kok, kurang lebih 1 jam lah…
[Reply]
julianusginting Reply:
July 20th, 2010 at 3:09 am
wah…bole..bole…jd referensi neh
[Reply]
Hm….kapan-kapan mau cerita juga ah tentang musium Brawijaya, he he he he
[Reply]
aming-ma Reply:
July 19th, 2010 at 12:11 pm
boleh…ditunggu ceritanya…
[Reply]
Tempat wisata religi yg menarik …..
Pernah beberapa kali ke Banten tapi blm semuanya dan dah lama banget …
[Reply]
Alwi Reply:
July 20th, 2010 at 1:02 pm
OOT : mohon maaf lama gak berkunjung masih banyak banget hal yg harus saya selesaikan sampai akhir Juli ini
[Reply]
Bagus nih.. kapan ya bisa berkunjung ke sana?!
[Reply]
wahhh
jadi pingin kebanten nuy
hehhehe
[Reply]
lebih seperti wisata ‘napak tilas yaa…’ Banten rupanya nyimpen ‘potensi’ juga. Saya baru tahu
Bai de wei ditunggu laporan ke dua-nya, wisata kuliner banten
[Reply]
kunjungan perdana,
salam kenal
[Reply]
lengkap sudah
[Reply]
Pertama kali ke sini tahun 2002 dulu
woow 8 thn lalua
tapi rasanya gak ada yg berubah
Magisnya msh terasa
[Reply]
sudah ganti wajah lagi blognya mas
[Reply]
apa rahasianya mas aming bisa turun terus & kurus Alexanya
, saya malah tambah gemuk meski update tiap hari& rajin BW
[Reply]
Baru tahu saya ada objek wisata ini…..
[Reply]
indah ya Mas.


padahal bunda tinggal di Tangerang, khan propinsi Banten juga …
tapi baru tau dari sini, ttg wisata dan mesuem dan masjid yang indah ini
terimakasih Mas Aming utk sharenya
salam
[Reply]